Pj Bupati Batola Resmi Tutup Pasar Rakyat dan Sampaikan Pesan Perpisahan
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala resmi tutup pasar rakyat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala ke-65 tahun 2025 bertempat di Lapangan 5 Desember Marabahan, Rabu (22/01) sore.
Pejabat (Pj) Bupati Barito Kuala Dinansyah sampaikan pasar rakyat telah memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memasarkan produk agar ekonomi terus berjalan. Selain itu, pasar rakyat ujarnya sebagai wadah promosi produk lokal unggul serta meningkatkan semangat pelaku UMKM untuk lebih menggerakkan perkembangan ekonomi kreatif dan maju.
Kemudian dalam kesempatannya Dinansyah menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan pasar rakyat di hari jadi Kabupaten Barito Kuala ke-65 ini dan sekaligus dirinya sampaikan salam pamitnya jelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala baru.
"Kepada seluruh Instansi Pemerintahan Kabupaten Barito Kuala dan seluruh masyarakat Batola dan juga meminta maaf sebanyak-banyaknya selama masa jabatan," ucap Dinan.
Dalam sambutan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Kuala M. Wahyu Adibawono, S. Hut juga menyampaikan peserta yang terdata 300 pelaku usaha yang terdiri dari 13 Organisasi, 274 Pedagang maupun yang Kuliner,Nonkuliner, dan 13 wahana permainan, yang buka dari jam 16.00 sampai 22.00 WITA setiap harinya dan dikunjungi 1700 sampai 2000 pengunjung.
Adapun yang diperdagangkan yaitu: Pakaian 36 lapak, Sepatu & Sendal 16 lapak, Tas, Dompet dan Ikat pinggang 6 lapak, Kerajinan dan Aksesoris 99 lapak, Jualan anak-anak 11 lapak, Jualan Elektronik 3 lapak, dan Kuliner 129 lapak. Sehingga mengalami kenaikan ditahun ini dibanding tahun sebelumnya 1,6 Miliyar menjadi 1,7 Miliyar, kegiatan Pasar Rakyat ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Batola tertutama Kota Marabahan.
Wahyu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh instansi yang terlibat dalam menjalankan kegiatan Pasar Rakyat ini, Wahyu juga mengucapkan permohonan maaf atas segala kekurangan, kesalahan dalam kegiatan Pasar Rakyat ini dan akan menjadi bahan evaluasi kedepannya. (S.A/R.G/foto: ben)