TERIMA MAHASISWA KKN UMB, PJ BUPATI HARAP MAHASISWA TINGKATKAN INOVASI BARU
Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala (Batola), Dinansyah, S.Sos., M.M, didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang), Munadi, ST menerima secara resmi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-10 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) tahun 2025 yang berlangsung di Aula Selidah Marabahan, Pemkab Batola, Kamis (30/01) pagi.
Sebanyak 52 mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin tahun 2025 akan disebar di 4 kecamatan yang terdiri dari 6 desa.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Batola menyampaikan bahwa pelepasan KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin di Kabupaten Batola tahun 2025 ini merupakan kali ke empat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Batola dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin sejak tahun 2021 yang lalu. Selain akan memberikan manfaat kepada masyarakat, KKN juga merupakan salah satu bentuk dukungan serta sinergitas Pemerintah Kabupaten dengan kalangan akademis, yang sangat diperlukan dalam upaya pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Batola.
“Kami persilahkan kepada mahasiswa KKN untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan baik guna membantu mengenali dan mengkaji permasalahan masyarakat serta berusaha memecahkannya dengan pendekatan keilmuan yang bersifat holistik-transformatif. Nantinya akan memiliki pola berpikir yang interdisipliner, terpadu dan komprehensif sehingga mampu membawa pengaruh dan perubahan yang lebih baik untuk desa-desa yang menjadi lokaksi KKN dapat lebih berkembang dan maju,” ungkapnya.
“Dengan mengusung tema Peningkatan Inovasi Desa Berbasis Kearifan Lokal, atas nama Pemerintah Kabupaten Batola, kami tentu sangat mendukung tema tersebut, dimana diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam rangka memecahkan permasalahan masyarakat di desa, tentunya dengan tetap menghormati dan memperhatikan dengan baik kearifan lokal masyarakat setempat, yang diharapkan akan meningkatkan daya saing desa dan Pemerintah Daerah. Pembangunan di daerah tidak dapat dilakukan jika hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah saja, namun harus melibatkan seluruh lapisan masyartakat, termasuk perguruan tinggi,” lanjutnya.
Dinansyah juga mengharapkan dengan kehadiran mahasiswa KKN ini, dapat lebih memacu peningkatan kesadaran dan nilai partisipasi masyarakat, khususnya di lokasi-lokasi yang sudah ditempatkan dalam rangka ikut memacu tumbuh kembangnya kesadaran masyarakat untuk turut serta mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan program pembangunan dan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Adapun Ketua Pelaksana Tim KKN-10 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Bapak Dr. Muhammmad Anshari, S.Si., MM. dalam laporannya menyampaikan, bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi di desa dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami berharap mahasiswa KKN dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat dengan menggali dan mengembangkan potensi desa secara inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Ir. H. Ichwan Setiawan, S.T., M.T. menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari pembelajaran mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta KKN secara simbolis oleh Pj. Bupati didampingi oleh Kepala Bappelitbang Kab. Batola dan perwakilan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin kepada mahasiswa KKN.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbang Kab. Batola, Kepala Kesbangpol Kab. Batola, perwakilan Dinas Kesehahtan Kab. Batola, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa yang menjadi lokus KKN Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Tahun 2025 di Kabupaten Batola, perwakilan Dosen Fakultas, dan para mahasiswa peserta KKN Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. (Rnld/Foto: Zein)