Suwartono Susanto : Ayo Tanam Sawit dan SUntik Rabies untuk Hewan Peliharaan
Marabahan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala melangsungkan sesi wawancara bersama penyiar Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Ijejela 100 FM di ruangan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan H. Suwartono Susanto, pada hari Senin, 25 September 2023.
Dalam wawancara tersebut Suwartono menjelaskan tentang adanya pengadaan penggemukan sapi yng dibagi hasil oleh para petani berupa 60% untuk Petani dan 40% untuk Pendapatan Daerah (Kabupaten Barito Kuala).
Program ini dilakukan dalam rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Pengadaan Sapi Bakalan yang setiap tahunnya dilakukan secara bertahap, yakni menyediakan 5 ekor sapi indukan yang dipertahankan di wilayah Kecamatan Belawanga yang juga ditetapkan sebagai Kampung Indukan Sapi agar menjadi tempat untuk perkembangbiakan sapi. SIKOMANDAN adalah Program Nasional Sapi dan Kerbau Komunitas Andalan Negeri yang sudah dilaksanakan sampai bulan September dengan total hampir 80% dengan inseminsai buatan, pemeriksaan kebuntingan, serta pendataan kelahiran.
Menyinggung tentang Hari Rabies Nasional, Suwartono menyebutkan bahwa akan dilaksanakan pada tanggal 28 september 2023 mendatang. Ia mengatakan untuk para masyarakat agar mengikuti kegiatan Suntik Rabies di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) setempat yang bertempat di Kecamatan Alalak, Barambai, Wanaraya serta di Klinik Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala yang tidak dipungut biaya apapun (GRATIS).
Dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil Kelapa Sawit yang ada di Indonesia, Suwartono mengucap rasa syukurnya terhadap Barito Kuala yang berhasil masuk dalam salah satu kabupaten penghasil kalapa sawit diseluruh Indonesia. Ia mengatakan tentang pembagian sawit tersebut adalah berdasarkan luas tanam keseluruhan dan juga produktifitas.
Suwartono berharap agar para masyarakat yang mempunyai lahan agar bisa bertanam sawit yang bertujuan untuk program masa depan kita beserta keluarga, karena sawit nilai perspektifnya sangat bagus “pungkasnya”. (RG/Roni/Kominfo)