BUKA PASAR RAKYAT, PJ BUPATI BATOLA DORONG POTENSI PEREKONOMIAN RAKYAT
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar Pembukaan Pasar Rakyat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala ke-65 tahun 2025 yang bertempat di Aula Selidah Marabahan, Senin (13/01/25) waktu petang.
Dalam sambutan tertulisnya Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batola Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc menyampaikan, pembangunan pasar rakyat ini, sejalan dengan tema Barito Kuala MAJU dengan kata kuncinya adalah Kebersamaan untuk memajukan pembangunan daerah.
"Di usia Kabupaten Barito Kuala yang ke-65 ini mari kita jadikan momentum untuk menyatukan dan menyelaraskan segenap potensi dan kemampuan yang kita miliki dalam kebersamaan untuk memajukan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik," pesan Pj. Bupati Barito Kuala yang disampaikan oleh Sekda Zulkipli.
Ia juga menjelaskan bahwa pasar rakyat sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Serta menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis untuk menggeliatkan dan menggerakkan secara ekonomi kerakyatan, memberikan bagian produksi produk lokal dan daerah serta menumbuhkan semangat bagi UMKM untuk lebih aktif dalam berbagai usaha perekonomian dan kerajinan sehingga bisa menumbuhkan perkembangan ekonomi kreatif yang lebih maju khususnya di wilayah Kabupaten Barito Kuala.
“Pasar rakyat ini dulunya memang adalah pameran pembangunan. Pasca Covid, pameran pembangunan diubah menjadi pasar rakyat yang bernilai strategis dalam menggerakkan ekonomi, serta memperkenalkan produk lokal dan UMKM,”ucap Sekdakab Barito Kuala Zulkipli Yadi Noor.
Kemudian ia menyebutkan kembali, tidak hanya diminati warga. Tetapi juga pada pedagang maupun UMKM yang berjualan.
“Tempat yang disediakan tidak cukup untuk pedagang. Semuanya disediakan secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujarnya.
Selain itu Zulkipli juga berpesan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak pedagang atau pengunjung pasar. Kepada para pengunjung dan pedagang peduli akan sampah. Menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Jadi kegiatan ini juga sebagai proses belajar, pembelajaran pada masyarakat bagaimana mengelola sampah. Kami sediakan tempat sampah. Buanglah di sana,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kabupaten Barito Kuala, M. Wahyu Adibawono, S.Hut dalam laporannya mengatakan, pasar rakyat tersebut digelar selama kurang lebih 10 hari, terhitung mulai 13 Januari hingga 22 Januari 2025 yang pesertanya terdiri dari 84 pedagang kuliner, 110 pedagang kaki lima, dan 13 Organisasi atau SKPD bertempat di kawasan Lapangan 5 Desember Marabahan.
"Mayoritas stand pada pasar rakyat diisi oleh pelaku UMKM lokal Barito Kuala maupun dari luar daerah yang turut serta menjajakan produknya dalam gelaran pasar rakyat," jelas Wahyu.
Pasar rakyat diharapkan bisa menjadi ajang promosi, dan pemasaran produk-produk UMKM Barito Kuala yang tengah berupaya untuk naik level.
"Kita mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan disediakannya tempat secara gratis bagi para pelaku usaha kecil untuk menjual produk mereka sehingga dapat membantu pendapatan pasar rakyat. Selain itu kegiatan pasar rakyat ini juga sebagai alternatif hiburan bagi masyarakat Barito Kuala," tutupnya.
Usai kegiatan pembukaan acara, dilakukan kegiatan prosesi gunting pita, tanda diresmikannya Pasar Rakyat Barito Kuala serta dilanjutkan peninjauan bangunan pasar oleh Sekda Zulkipli beserta jajaran.
Terpantau hadir pada kegiatan pembukaan pasar rakyat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala, para anggota Forkopimda Kabupaten Barito Kuala atau yang mewakili, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekdakab Barito Kuala, Pj. Ketua TP. PKK Barito Kuala, para Ketua Organisasi Wanita, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Barito Kuala masing-masing beserta istri, pimpinan SKPD, Camat lingkup Pemkab Barito Kuala serta insan media. (Rnld, Foto:Win)