MEDIA CENTER

“Ije Jela Ije Swara”

  • Beranda
  • Seputar Media Center
  • FEED
  • e-Paper
  • Berita

"SEMBILAN AKSI" KECAMATAN MEKARSARI OPTIMIS TEKAN ANGKA STUNTING

admin / 07 Maret 2024
Share :
...

Kecamatan Mekarsari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pelaksanaan 9 (sembilan) Aksi Percepatan Penurunan Stunting bertempat di Balai Pertemuan Kecamatan bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Senin (04/03).

Rapat dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Camat Mekarsari Mohtar Aini, S.Sos. Selain mengevaluasi pelaksanaan stunting di tahun 2023, agenda ini juga membahas rencana kegiatan pelaksanaan stunting di tahun 2024.

Ia menyampaikan akan terus berupaya dalam menyelesaikan permasalahan stunting. Stunting merupakan masalah prioritas dari tingkat pusat sampai daerah yang harus ditekan atau dituntaskan. Pencegahan stunting tidak terlepas dari 9 tahapan aksi percepatan penurunan stunting yang disusun secara rembuk dengan seluruh pihak Forkopimcam serta audiensi-audiensi yang menghadiri kegiatan rakor dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penurunan stunting. 

"Dalam pelaksanaannya, upaya percepatan pencegahan stunting dilakukan mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi. Inilah yang menjadi tugas kita bersama, dimana pencegahan stunting dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stake holder yang ada," papar Mohtar.

Lebih jauh ia menekankan pentingnya pola asuh keluarga bagi balita serta pencegahan terhadap pernikahan dini yang sering terjadi, sehingga, pencegahan terhadap kasus stunting dapat diatasi.

Senada dengan itu Kabid Keluarga Berencana DPPKBP3A, Dra. Auliany dalam penjelasannya menekankan pentingnya pola asuh keluarga serta pemanfaatan pangan lokal bagi balita melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

"Melalui Kampung Keluarga Berkualitas, pemberdayaan masyarakat merupakan hal penting yang membutuhkan intervensi dari berbagai pihak, sehingga ke depan dapat diwujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan pangan lokal yang dapat diolah dengan baik oleh masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas," urainya.

Dengan adanya re-konseptualisasi dari Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, yang dimana kata dia hal tersebut guna mempertegas bahwa Kampung Keluarga Berkualitas merupakan kampung pembangunan kualitas manusia Indonesia.

"Kampung Keluarga Berkualitas ini diharapkan keteraduan program pembangunan antara Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dengan sektor terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat," jelasnya.

Ditempat yang Mohtar paparkan, inisiasi terbentuknya Kelas Menuju Penurunan Angka Stunting berawal dari tingginya angka stunting di Kecamatan Mekarsari. Sehingga Pemerintah Desa bersama PKK dan Kader Desa melakukan pengecekan di lapangan terkait penyebab tingginya angka stunting.

Dengan Kecamatan Mekarsari dijadikan sebagai lokus stunting, sehingga dirinya selaku Plh. Camat, berinisatif bagaimana melakukan tindakan di tengah-tengah masyarakat untuk mengatasi stunting, sehingga dicetuskan waktu itu Program yang disebut dengan Dapur Stunting melalui Kelas Menuju Penurunan Angka Stunting.

"Dengan adanya Kelas Menuju Penurunan Angka Stunting yang sekarang menjadi Dapur Sehat Atasi Stunting ini, angka stunting di Kecamatan Mekarsari harapannya terus mengalami penurunan," pungkas Mohtar.
 

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kab. Batola, Kabid Keluarga Berencana DPPKBP3A Kab. Batola, Bappeda Kab. Batola, DKPP Kab. Batola yang dalam hal ini menjadi narasumber sekaligus pemapar materi, Plh. Camat Mekarsari yang menjadi moderator kegiatan rakor, UPT Puskesmas Mekarsari, UPT Puskesmas Jelapat, UPT KB Mekarsari, BPP Kecamatan Mekarsari, Kades se-Kecamatan Mekarsari, Pengelola Kesehatan Ibu, Pengelola Kesehatan Anak, Tenaga Pelaksana Gizi, Petugas Promkes, Petugas Kesling, Pengelola PKPR, STP PKK Desa, Seluruh Bidan Desa se-Kecamatan Mekarsari, Seluruh Kader Pembangunan Manusia, Kader Posyandu Balita, Kader BKB, Kader PKH, Pendamping TKSK, dan seluruh aparatur Desa lainnya.

Kegiatan rapat tersebut ditutup dengan penyusunan rencana 9 aksi berdasarkan hasil rembuk oleh seluruh pihak Forkopimcam serta aparatur desa yang turut hadir mengikuti kegiatan tersebut. (M.R.D./Ben/IKP)

Artikel Terkait

PEMKAB BATOLA PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, SEKDA ZULKIPLI PAMIT PURNA TUGAS
BUPATI H. BAHRUL ILMI LANTIK FAD, DORONG PERAN PELOPOR PELAPOR DEMI WUJUDKAN BARITO KUALA KOTA LAYAK ANAK
Bupati : BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Harapan bagi Masa Depan Keluarga Pekerja
SEPEDA LISTRIK, KULKAS DAN MESIN CUCI JADI HADIAH UTAMA NOBAR FINAL PILDUN DI BARITO KUALA

Berita Terbaru

PEMKAB BATOLA PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, SEKDA ZULKIPLI PAMIT PURNA TUGAS
BUPATI H. BAHRUL ILMI LANTIK FAD, DORONG PERAN PELOPOR PELAPOR DEMI WUJUDKAN BARITO KUALA KOTA LAYAK ANAK
Bupati : BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Harapan bagi Masa Depan Keluarga Pekerja
UPACARA SENIN DISHUB BATOLA SAMPAIKAN REGULASI ODOL, PEMKAB APRESIASI NAKESDAN
SEPEDA LISTRIK, KULKAS DAN MESIN CUCI JADI HADIAH UTAMA NOBAR FINAL PILDUN DI BARITO KUALA

Arsip Berita

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Maret 2023
facebook instagram twitter youtube

Copyright © Diskominfo Batola