Perlunya Menjaga Kualitas Produksi untuk Pelaku Tani
Marabahan - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kabupaten Barito Kuala melangsungkan sesi wawancara setelah bertugas menjadi pembina upacara di apel pagi Senin (28/08/2023).
Dalam wawancara tersebut Murniati mengatakan, tiga tahun yang lalu ada penurunan produksi padi di Kabupaten Barito Kuala, dikarenakan Lanina. Kemudian, musibah banjir dan juga ada tanaman yang terserang hama penyakit karena benih yang ditanam tidak bermutu.
Murniati juga mengucapkan rasa syukur tentang upaya dan dukungan dari berbagai instansi seperti dari PUPR, PMD serta dari desa yang telah mendukung serta kerjasama dengan dinas pertanian. "Alhamdulillahnya semua kendala yang dihadapi mampu diatasi dan tahun ini kita berhasil dengan baik serta di catatan kami konduktifitas kita akan meningkat dan mudah-mudahan ini sesuai juga dengan data dari BPS terjadi peningkatan konduktifitas," ujarnya.
Tentang berbagai program, Murniati mengatakan bahwa Pemkab telah mensinkronkan beberapa program dari kementerian, provinsi serta dari daerah. Ia menjelaskan, ada beberapa program, yaitu Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi guna meningkatkan kapasitas utama daripada pertanian.
"Kita melaksanakan pemupukan organik karena lahan kita ini sudah terdegredasi sehingga kesuburannya sangat menurun apabila kita terus memakai pupuk kimia maupun pestisida yang bersifat kimia akan merusak daripada lahan kita oleh sebab itu kita melaksanakan gerakan tanam organik dimana pupuk organik dibuat sendiri oleh kelompok petani, bahkan kelompok tani sudah menggunakannya seperti pupuk hayati yang kebetulan sudah ada dipasaran berlable SNI serta masuk e-katalog, "sahutnya.
Tentang penyampaiannya saat memberi sambutan pade apel senin pagi, Murniati mengatakan tentang program asuransi usaha tani padi tentunya nantinya yang akan menerima adalah penanam padi dengan kriteria memiliki 1 Ha tanah dan akan dikenakan biaya premi sebesar Rp. 36.000,- (tiga puluh enam ribu rupiah), namun pemerintah kabupaten Barito Kuala menyediakan premi itu sehingga petani tidak perlu untuk membayar premi, apabila nanti gagal panen mereka akan mendapatkan Rp.6.000.000,- (enam juta rupiah) per hektar sesuai luasan bidang yang gagal sehingga ini sangat membantu para petani untuk kembali tanam.
.
Berbicara tentang pupuk bersubsidi Murniati menerangkan tentang adanya pengurangan subsidi sehingga harganya akan lebih mahal, kemudian untuk komoditasnya hanya untuk 9 komoditas pupuk bersubsidi yaitu padi , jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, tanaman perkebunan, kopi dan tebu bakau.
.
Harapan Murniati kepada petani bahwa sebagai pelaku utama pertanian dibarito kuala untuk mengikuti anjuran darinya PPL serta terapkan apa yang sudah disampaikan oleh PPL kemudian jaga kualitas daripada hasil produksinya “pungkasnya”.